SOTR

Sahur On The Road (SOTR)

image

Apa sih yang ada dibayangan kalian denger kata-kata di atas? Kalau saya sih mikirnya orang-orang yang melaksanakan SOTR adalah orang muslim yang sahur di jalanan karena membagikan makanan ke orang-orang kurang beruntung yang tinggal di jalanan. Selain itu bisa jadi orang-orang yang sedang dal perjalanan baik mudik atau keperluan lainnya yang membuat mereka terpaksa harus makan sahur di perjalanan.

Orang yang berpuasa dianjurkan untuk mempercepat berbuka jika memang telah masuk waktu berbuka. Tidak boleh menundanya meski ia merasa masih kuat untuk berpuasa. ‘Amr bin Maimun Al-Audi meriwayatkan:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْجَلَ النَّاسِ إِفْطًارًا وَأَبْطَأَهُمْ سُحُوْرًا

“Para shahabat Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling cepat berbukanya dan paling lambat sahurnya.” (HR. Al-Baihaqi, 4/238, dan Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menshahihkan sanadnya)

Jadi kejadiannya itu hari Minggu, 5 Juli 2015 di sekitaran Jakarta Pusat. Saat itu saya kebetulan pulang larut malam pukul 01.00 karena menunggu macet reda di sekitaran Kota Kasablanka yang kebetulan sedang ada midnight sale. Seperti biasa saya hendak pulang ke arah Salemba dari Kokas lewat ke Manggarai. Awalnya dari arah Tebet ke manggarai saya lihat ada mobil sedan yang dua penumpangnya duduk di atap mobil mengadap ke belakang memfoto teman-temannya rombongan SOTR yang jumlahnya paling 5-7motor, ngeliat itu yang terlihat di kepala saya adalah “ini orang ngapain sih, bahaya banget. Pake foto2 begitu kan bahaya, dasar alay”. Ga ngerti lagi sama orang-orang yang lebih memikirkan eksistensi dibandingkan keselamatan hidup mereka sendiri (geleng-geleng kepala).

image

Setelah berhasil mendahului rombongan SOTR mobil-motor itu, eh ternyata di depan liat lagi tuh rombongan serupa lagi pada minggir di pinggiran jalan dengan jumlah motor lebih banyak (nyampe belasan orang). Setelah lewat manggarai dan bermaksud belok ke arah salemba lebih kaget lagi, karena perempatan jalan udah seliweran rombongan SOTR yang jalurnya udah saling silang dan gak mematuhi rambu lalu lintas. Semua mobil diberhentiin, lampu al lintas ga diliat, kayanya yang ada di otak mereka yang penting rombongan mereka bisa lewat.

image

image

image

Saya cuma hisa geleng-geleng liatnya dari dalem mobil, temen saya udah gemes banget pengen neriakin. Ketika masuk ke salemba ternyata lebih parah lagi, rombongan SOTRnya banyak banget dan jumlah tiap rombongannya banyak banget, puluhan lah. Sampe-sampe mobil patroli kewalahan nanganinnya.

Sebenernya saya kecewa sih sama rombongan SOTR yg saya liat kemarin. Jumlahnya banyak banget, coba kalau satu orang kasih satu yang kesusahan buat makan sahur kayanya gak ada deh yang kelaparan pas sahur. Udah gitu banyak yang ga pake helm, ngendarain motor ugal-ugalan, berhenti sembarangan, nerobos lampu lalu lintas, dan banyak lainnya yang bikin kecewa. Eh besoknya denger berita kalau ada rombongan SOTR yg tawuran. Malu-maluin banget sihhhhhhh. SOTR kok ya malah ajang motor-motoran dini hari? Sedih dan malu liatnya, kalau enggak bisa bikin hal lebih bail seenggaknya jangan bikin lebih buruk kek.

Semoga segera pada diberi kelebihan rejeki dan disadarkan orang-orang itu, biar rejekinya dipake sedekah, dan biar ngelakuin hal-hal ga jelas lagi. Seandainya Pak Polisi yg patroli nilang mereka niscaya mereka akan kaya raya dalam waktu semalem.
Semoga saya dan pembaca gak ikut-ikutan hal yang aneh-anehnya deh, walau belum bisa banyak bantu orang pas sahur seenggaknya gak nambahin perkara ganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s