Mencintainya

Bagaimana jika aku mencintaimu?
Bagaimana jika aku terus memikirkanmu?
Bagaimana jika aku tidak lepas darimu?

Sudahku mencoba mencintai seseorang yg tidak kucintai, ku hargai perasaannya, keberaniannya. Sampai akhirnya kuputuskan untuk belajar mencintainya apa adanya. Manjanya, kakunya, candanya, sikapnya, semuanya terus kusesuaikan, terusku biasakan hingga diriku mencintai dia bahkan hingga kekurangannya. Dalam diri sih merasa bangga, karena pada akhirnya aku sudah bisa mengontrol ego untuk dirinya.

Namun, apa dikata.. sekarang nilaiku tinggal nol.

Jadi, mencintainya adalah berdoa untuknya. Sangat sering dan setiap hari aku membicarakan dirinya. Membicarakan dirinya, dalam sujudku, dengan pemilikku Allah SWT. Hanya diri-Nya yang bisa mendengarkan sedalam-dalamnya hati ini dan hanya diri-Nya yang bisa menjawab pertanyan-pertanyaan tersulit yang ingin ku lontarkan.

Mencintainya sederhana, mencintainya dengan mendoakannya. Hanya itu yang bisa dilakukan saat ini. Supaya tidak ada yang marah dan tidak saling menyakiti. Semoga lekas ada jalan keluarnya baik dirinya maupun yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s