Pindah Jurusan

Setelah wisuda sarjana tahun 2013, saya memutuskan untuk lanjut kerja. Hal ini dikarenakan pengen aja gitu nyobain kerja, siapa tau cocok dan betah. Sebelum dapet kerja emang banyak ngobrol sama orang-orang sekitar tentang, lebih baik kerja atau kuliah dulu? Dan banyaknya sih nyaranin kerja dulu aja, daripada lulus S2 belum punya pengalaman kerja.

Oke deh akhirnya setelah lamar sana sini keterima kerja di salah satu perusahaan migas. Awal kerja sih excited banget karena banyak tantangan baru, pengalaman pertama kali tinggal misah dari orang tua, ketemu orang baru, dan ketemu profesional-profesional di kantoran. Semua itu gak berlangsung lama sih, dikarenakan sistem kerja dan suasana kerja yang gak kondusif dan gak menjanjikan perkembangan karir. Akhirnya coba tes kerja lagi kesana kemari (belum nyampe 10 bulan loh ini undah cari kerja lagi). Emang sih lulusan almamater saya memang suka dikenal suka pindah-pindah kerjaan, kurang loyal sama perusahaan. FYI aja ya, saya dulu kerja outsource sebagai geodetic engineer dengan career path yang ga jelas. Kamu bisa kerja di sana sampe belasan tahun atau lebih dengan kontak yang diperpanjang setiap 1 tahun, tapi ya jadi apa? Outsource. Geodetic engineer di sana masih dipandang sebelah mata (mungkin nanti saya akan bahas ini lebih lanjut di tulisan lainnya). Selain itu teman-teman saya yang sekantor, tepi beda bidang keilmuan juga menyarankan saya untuk segera pindah daripada kerja jadi outsource di perusahaan tersebut.

Ngelamar kerjaan untuk geodetic engineer cewek itu gampang-gampang susah. Akirnya karena semangat masih besar dan umur masih muda juga, saya putuskan untuk daftar S2. Alhamdulillah orang tua juga sangat mendukung. Kebetulan di kantor ada user yang enak diajak diskusi, bisa dibilang beliau itu mentor saya. Bukan hanya urusan pekerjaan, pendidikan, bahkan soal keluarga dan asmara ahaha. Setelah diskusi berkali-kali dan disarankan beberapa opsi jurusan untuk kuliah master, saya mantap ambil jurusan yang gak disarankan beliau #lahkok.. Selain itu saya sepet nanya-nanya temen juga yang kuliah master baiknya bagaimana. Oiya bukan jurusan aja sih yang saya cari tau tapi prospek pekerjaannya di tahun lulus nanti. Tujuan saya kuliah S2 salah satunya memang untuk cari kerja dan saya gak mau salah ambil jurusan lagi.

Akhirnya saya ikut seleksi kuliah Teknik dan Manajemen Industri. Alhamdulillah keterima, terus bisa tinggal di rumah, gak perlu ngekost. Selama kuliah S1 di Teknik Geodesi dan Geomatika kebanyakkan praktikum di lapangan, bawa-bawa alat dari yang enteng sampe yang berat, dari yang kecil sampe yang gede. Tugas kuliah pasti ada dan selama S1 saya gak pernah tuh ngerjain kuliah sampe begadang gak tidur. Sebanyak dan sesulit apapun tugas, saya tetep bisa ngerjain tanpa begadang. Setelah kuliah S2 semuanya berubah. Tugas gak terlalu banyak, tapi durasi pengerjaannya itu butuh waktu yang banyak. Tugas S2 itu kaya ngerjain Tugas Akhir S1 berkelompok dalam waktu 1-2 minggu, ya satu dua ada sih yang sebulan karena butuh pengumpulan data. Waktu S2 saya pernah diberi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia. Dan apa yang terjadi? Dalam satu minggu saya gak tidur 3 malem. Apalagi semester 2 kemarin, everyday is weekday. Gak bisa napas rasanya, kuliah nugas ujian kuliah nugas ujian, Semester terhectic sejauh ini.

Ini pilihan saya yang harus saya jalani dan pertanggungjawabkan. Emang sih beban kuliah dan tugas lebih besar dibanding jurusan S1. Belum harus ngejar materi-materi S1 yang gak diajarin di S2. Tapi dasar milih jurusannya karena saya tertarik dan suka, akhirnya semua tugas yang bejubel pun bisa dilewati walau harus gak tidur semaleman dan paginya mesti nyetir ke kampus. Alhamdulillah masih selamat sampai sekarang.

Kalau kalian emang mau S2 untuk cari kerja kedepannya, pastiin jurusannya emang kalian suka. Pilih jurusan yang bakal dibutuhin banget di negara kalian berkarir, jangan ambil jurusan yang emang sih seru dan menarik banget, tapi prospek kerjanya kecil atau malah ga ada sama sekali di negara kalian berkarir. Kalian harus bisa bikin peta hidup kalian ke depan. Kalau kalian gak tahu apa-apa ya cari tahu, kalau perlu tanya langsung sama orang-orang yang ahli. Kalian bisa nanya mahasiswanya, asisten dosennya, dosennya, karyawan, atau profesional di bidang yang kalian ingin tuju.

Advertisements

One thought on “Pindah Jurusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s