Gelas

Coba kamu bayangkan kamu pegang gelas, gelas itu kosong tidak ada setetes air pun di dalamnya. Kamu pegang terus gelasnya, sejam, sepuluh jam, sehari, sebulan, setahun. Gelas tersebut tidak pernah lepas dari genggaman tangan kamu. Apa rasanya? Pasti ganggu kan? pasti malah jadi berat kan? Apalagi kalau gelasnya berbahan dasar kaca atau keramik, pastilah akan lebih berat. Lebih baik kamu simpan saja gelasnya di lemari penyimpanan, tutup saja lemari itu. Niscaya kamu akan lebih nyaman karena tidak ada yang menggangu gerak gerikmu.

Tapi..

Bagaimana ketika suatu saat kamu perlu mengambil barang lain dari lemari penyimpanan? Ketika kamu buka lemari tersebut yang pertama kamu lihat adalah gelas itu, tiba-tiba tanpa sengaja gelas itu melekat di tanganmu. Kali ini kamu tidak bisa melepaskan gelas itu begitu saja, seperti telah direkatkan secara permanen. Sekuat tenaga kamu melepasnya gelas itu tetap menempel. Bisa saja kamu hancurkan, jika gelas itu kaca mungkin kamu bisa saja membuatnya hancur, tetepi pecahan kacanya akan sangat berbahaya dan sangat mungkin melukai tanganmu. Namun, bagaimana jika gelas tersebut terbuat dari plastik, kamu mau membakarnya? lalu tangamu bagaimana? Mau kau bakar juga? Enggak kan!

Mungkin sebaiknya gelas itu digunakan dengan bijak. Sayangnya, gelas itu beracun apabila diisi air untuk diminum. Mungkin sebaiknya gelas tersebut digunakan untuk hal yang tidak biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s